Cang cing nyak babe opah aa’ teteh dan semuanya deh nyang suka nonton bola, akhirnya datang juga siaran liga inggris alias EPL di TV one mulai sabtu kemarin. (<—– maaf kalo basi beritanya ya :) karena baru sempet nge-post)
Ya meski yang disiarin tim-tim mediokor (agak gurem gitu) namun lumayan lah buat tontonan gratis (gratis kok maunya bagus :) ) tapi pertandingan yang kedua nayangin Arsenal lho yang pastinya tim yang dihadapi ya mediokor juga :( !!! gak bebeda seperti pendahulunya ya (lativi), memang nayangin liga inggris tapi diprotes karena cuma nayangin tim-tim mediokor.

klo kurang puas nonton di TV One caranya gampang kok langganan aja AORA <—- males wis :)
gak juga kok, semua ada solusinya, asal punya line internet InsyaAllah semua bisa diatasi bahkan nyang paling keren bukan hanya EPL yang bisa ditonton bahkan liga-liga eropa bisa ditonton juga
buka ja dsini atau dsini juga bisa.

selamat menikmati ya tapi jangan lupa tarawih dulu!!!!! kan masih Ramadhan.
oiya klo mau nonton siaran tv lokal by streaming juga bisa lihat dsini
oiya sekali lagi hehehe mohon kesediaan waktunya kasih komen blog ini ya!!!!!!
Thankssss

Posted by: abuizzuddin | September 10, 2008

Hati-Hati Memakai Obat Nyamuk

Hari ini ada email yang masuk dari salah satu mailing list yang aku ikuti tentang bahayanya obat nyamuk. sebelumnya memang aku juga sering denger tentang berbahayanya obat nyamuk terutama obat nyamuk bakar. Dengan berkembangnya teknologi yang begitu deras aku berkhusnudzan menanggapi iklan obat nyamuk yang saben hari berseliweran di “kotak hiburan” di rumah kita bahwa obat nyamuk sekarang sangat safe dipakai. Lha ternyata memang obat nyamuk kagak ada yang safety baik bagi nyamuk itu sendiri maupun bagi kita lawannya nyamuk :)
berikut petikan artikel yang masuk ke emailku. Selamat membaca n back to nature !!!!

buat pengetahuan seluruh keluarga nihh….
Dari sipenulis yang kerja di Baygon.
Read More…

Posted by: abuizzuddin | September 8, 2008

Asal-Usul Kata Nusantara dan Nama Indonesia

PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. “Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi, Sunda, semuanya Jawa)” kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.
Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah “Hindia”. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air kita memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).

Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch- Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” (bahasa Latin insula berarti pulau). Tetapi rupanya nama Insulinde ini kurang populer. Bagi orang Bandung, Insulinde mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.

Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “India”. Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Read More…

Posted by: abuizzuddin | August 19, 2008

Nonton TV Live pake’ Internet (TV Online Live)

Awalnya iseng-iseng mo ndengerin radio lewat internet karena boring internet-an so pingin sejenak tidur sambil ada yang didengerin, mo denger musik kok koleksi musik juga sudah khatam didengerin semua. soal radio online nih aku pernah denger kabar burung kalo kita bisa denger radio lewat internet.

kembali lagi “ngandalin” mbah google dan memang cukup banyak radio online yang bisa didenger saat aku search. ternyata juga ada radio dari kota pahlawanku tercinta jadi bisa denger kabar-kabur suroboyo deh meski aku lagi cari “segenggam permata” di ibukota.:)

setelah berhasil denger radio online kok aku semakin penasaran apakah ada juga ya TV Online tapi yang realtime alias live ya. kalo semacam liputan6 ato metronews kan ga live nah yang aku cari ni yang live. aku search “tv online” di mbah google n memang banyak referensi ttg tv online.

ada yang ribueeettt banget yang inilah yang itulah, instal ini lah pake itu lah waduh ribet bangettttt. belum harus didukung dengan speed internetnya yang bener-bener “speedy” :) alhamdulillah akhirnya pilihan jatuh pada http://tv.indowebster.com/

nah insyaAllah ini sangat simple banget n oke banget karena g ribet. channel yang tersedia SCTV, Trans TV, RCTI, TV One, Metro, Global, Indosiar n ANTV tapi ini insyaAllah lebih dari cukup karena aku pernah di ACEH kita hanya bisa liet saluran RCTI, TRANS TV, SCTV doank (per 20 Juni 2008). Apalagi bila kawan-kawan tinggal di luar negeri pasti oke banget bisa liet TV negeri sendiri.

selamat menikmati !!!!

Posted by: abuizzuddin | August 5, 2008

Bioskop di Jakarta Pun Dulu Pisahkan Pria dan Wanita

Di zaman sekarang, bukan hal yang mengejutkan lagi jika ada yang mengatakan jika bioskop merupakan salah satu wahana yang sering disalahgunakan sebagai tempat melakukan kemaksiatan. Namun tahukah Anda jika di zaman dahulu, di Jakarta, bioskop sesungguhnya sudah mengantisipasi hal ini, agar tidak disalahgunakan, dengan memisahkan tempat duduk antara yang pria dengan wanita.

Dalam buku kecilnya berjudul “Nostalgia di Jakarta: Cuplikan Kisah-Kisah ‘Edan’ Seputar Jakarta di Masa Lalu” (Javamedia: Juni 2008) yang ditulis oleh Zaenuddin HM, seorang jurnalis senior kelahiran Betawi yang kini aktif di salah satu harian nasional, ditulis salah satu fakta yang sangat menarik tentang bioskop di Djakarta Tempo Doeloe.

Pada halaman 31 dengan judul tulisan “Pulang Nonton Bioskop, Suami-Isteri Berpisah” ditulis bahwa dahulu kala di Jakarta belum banyak berdiri bioskop seperti sekarang ini. Zaenuddin HM menulis, “Sejak tahun 1900-an dunia film Indonesia sudah ada dan mulai tumbuh. Di Jakarta khususnya, film diputar melalui bioskop keliling. Waktu itu memang belum ada gedung bioskop permanen. Lagi pula film-film yang diputar kala itu masih jenis film gagu alias tidak ada suara dan dialog di dalam ceritanya…”

Suatu waktu, di dekat Lapangan Ikada (kini kawasan Monas), didirikanlah sebuah bioskop yang sangat sederhana. Lalu kemudian berdiri pula beberapa bioskop dengan kondisi yang lebih baik.

“Yang unik dari bioskop-bioskop di Jakarta tempo dulu itu adalah tempat duduknya. Kenapa? Sebab tempat duduknya dipisah, untuk penonton pria ataupun wanita. Pemisahannya berupa lorong yang membelah sepanjang tengah-tengah bangsal dari depan dan belakang. Mengapa sampai dipisah, mungkin karena pertimbangan moral saat itu, ” lanjut Zaenuddin HM.

Uniknya lagi, dan ini bisa bikin kita tertawa, seringkali ketika bioskop bubar, banyak pasangan suami-isteri saling mencari dan terpaksa teriak-teriak, bahkan tak jarang ada yang pulang sendiri-sendiri lantaran tidak bersua juga. “Akibatnya bisa fatal, setelah pulang dari bioskop, di rumah bukannya tambah mesra justru bertengkar dan saling menyalahkan. Wah, bisa gawat. Itulah nostalgianya, ” tulis Zaenuddin HM sebagai penutup tulisan tersebut. Lucu? Memang.

Namun sebenarnya dari tulisan itu kita bisa memetik hikmah bahwa sebenarnya jika pemerintah memiliki niat baik, tidak ada salahnya meneladani sistem gedung bioskop di zaman baheula ini. Di bidang transportasi pernah diuji coba pemisahan antara penumpang pria dan wanita di gerbong kereta api listrik yang berbeda, walau tidak maksimal, karena memang tidak dipersiapkan secara matang oleh pemerintah. Jika dipersiapkan secara matang akan lain soalnya.

Kerusakan moral masyarakat kita ini sudah kelewat batas. Sebab itu, pemerintah hendaknya mau lebih giat bersikap pro-aktif dalam memberantas penyakit masyarakat ini dengan langkah-langkah yang nyata. Tentunya dengan juga didukung oleh kesadaran masyarakat di mana kesadaran itu hendaknya berangkat dari upaya pencerahan, bukan pemaksaan atau malah kekerasan. Mungkin ada di antara partai politik yang akan bertarung di Pemilu 2009 yang memiliki agenda seperti di atas jika menang nanti? Wallahu’alam.(rz)

sumber : http://eramuslim.com/berita/tha/8703133007-bioskop-jakarta-pun-dulu-pisahkan-pria-dan-wanita.htm

Posted by: abuizzuddin | July 3, 2008

Cara Download Video Youtube, Liputan6, Okezone dll

Kemarin bosku nyuruh aku untuk nge-donlot berita penting di liputan6, otomatis deh aku cuma bisa bilang siap pak :D namun sebenere aku g tau gmana caranya dan sebelumnya aku juga pernah nyoba namun belum bisa. tapi tugas haruslah dilaksanakan jadi deh tanya sana-sini dan Alhamdulillah balik lagi ke mbah google ada titik temu.

Dari beberapa opsi yang diberikan mbah google aku buka dua halaman yaitu :

1. id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080429101114AAblSF7 dan

2. www.kaskus.us/archive/index.php/t-900120.html

Read More…

Posted by: abuizzuddin | June 24, 2008

Widget Gambar dan Status Y!M di blog

Bila mo mempercantik blog wordpress dengan gambar or status Y!M gini caranya :

1. gambar
Ketik script di bawah ini dan copykan ke widget text di halaman dashboard-design-widget:

<img border=”0″ src=”http://alamat_gambar_diupload.jpg” mce_src=”http://alamat_gambar_diupload.jpg”>

2. menampilkan status Y!M,
copykan script di bawah ini:

<a href=”ymsgr:sendIM?nick Y!M” title=”YM: nick Y!M“> <img src=”http://opi.yahoo.com/online?u=nick Y!M&m=g&t=1″ border=”0″ alt=”” />

selamat mencoba…

NB : Huruf yang di bold disesuaiin dengan alamat gambar yang mo di upload ato id Y!M mu yaaa!!!!!

Posted by: abuizzuddin | June 16, 2008

kisah mujahid, qari’ dan dermawan

Kisah ini sangatlah terkenal bahkan mungkin kisah sepanjang masa….

ada tiga orang yang begitu yakin dirinya akan “pasti” masuk surga dikarenakan amalan mereka. mereka adalah “mujahid”, “qari” dan “dermawan”.

singkat cerita di negeri akhirat 3 orang ini dihisab.

dengan “angkuh” si “mujahid” begitu percaya dirinya akan masuk surga karena dia telah mengorbankan jiwanya hingga meregang nyawa di medan perang. namun betapa terkejutnya ternyata Allah memerintahkan malaikat-Nya untuk memasukkannya ke neraka. lalu si “mujahid” pun protes

Read More…

Posted by: abuizzuddin | June 5, 2008

APEL

APEL

(Pyrus malus, Linn)

Sinonim :
= Malus sylvestris, Mill

Familia :
Rosaceae

Uraian :
Apel (Pyrus malus) dapat hidup subur di daerah yang mempunyai temperatur udara dingin. Tumbuhan ini di Eropa dibudidayakan terutama di daerah subtropis bagian Utara. Sedang apel lokal di Indonesia yang terkenal berasal dari daerah Malang, Jawa Timur. Atau juga berasal dari daerah Gunung Pangrango, Jawa Barat. Di Indonesia, apel dapat tumbuh dan berkembang dengan baik apabila dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian sekitar 1200 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan apel dikatagorikan sebagai salah satu anggota keluarga mawar-mawaran dan mempunyai tinggi batang pohon dapat mencapai 7-10 meter. Daun apel sangat mirip dengan daun tumbuhan bunga mawar. Berbentuk bulat telur dan dihiasi gerigi-gerigi kecil pada tepiannya. Pada usia produktif, apel biasanya akan berbunga pada sekitar bulan Juli. Buah apel yang berukuran macam-macam tersebut sebenarnya merupakan bunga yang membesar atau mengembang sehingga menjadi buah yang padat dan berisi.

Nama Lokal :
Apel (Indonesia, Malang), Apple (Inggris), Appel (Perancis);;
Penyakit Yang Dapat Diobati :

Kencing manis (diabetes mellitus), Diare;

Pemanfaatan :
Read More…

Posted by: abuizzuddin | June 5, 2008

ALPOKAT

Alpokat
(Persea gratissima Gaertn.)

Sinonim :
= P. americana, Mill.

Familia :
Lauraceae

Uraian :
Pohon buah dari Amerika Tengah, tumbuh liar di hutan-hutan, banyak juga ditanam di kebun dan di pekarangan yang lapisan tananhnya gembur dan subur serta tidak tergenang air. Walau dapat berbuah di dataran rendah, tapi hasil akan memuaskan bila ditanam pada ketinggian 200-1.000 m di atas permukaan laut (dpl), pada daerah tropik dari subtropik yang banyak curah hujannya. Pohon kecil, tinggi 3-10 m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak bercabang, ranting berambut halus. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5 cm, kotor, letaknya berdesakan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata kadang-kadang agak rmenggulung ke atas, bertulang rnenyirip, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm, daun muda warnanya kemerahan dan berambut rapat, daun tua warnanya hijau dan gundul. Bunganya bunga majemuk, berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buahnya buah buni, bentuk bola atau bulat telur, panjang 5-20 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan, berbintik-bintik ungu atau ungu sarna sekali berbiji satu, daging buah jika sudah masak lunak, warnanya hijau, kekuningan. Biji bulat seperti bola, diameter 2,5-5 cm, keping biji putih kemerahan. Buah alpokat yang masak daging buahnya lunak, berlemak, biasanya dimakan sebagai es campur atau dibuat juice. minyaknya digunakan antara lain untuk keperluan kosmetik. Perbanyakan dengan biji, cara okulasi dan cara enten.

Nama Lokal :
Apuket, alpuket, jambu wolanda (Sunda), apokat, avokat,; plokat (Jawa). apokat, alpokat, avokat, advokat (Sumatera);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Read More…

Older Posts »

Categories